Health

September 24, 2020

Dr. Pingkan Kaunang

Perlukah Social Distancing Dalam Mengatasi Wabah Covid-19?

 

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atas pertimbangan peningkatan kasus yang signifikan dari banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia menyatakan COVID-19 sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus.

 

Dalam upaya penanggulangan COVID-19, penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 baik untuk diri sendiri maupun kemungkinan penularan kepada orang-orang di sekitar termasuk keluarga.

 

Social distancing atau mengurangi kontak antarwarga merupakan tindakan yang perlu dilakukan masyarakat sebagai upaya dalam mengurangi penyebaran penularan COVID-19, terlebih jika seseorang merasa kurang sehat.

 

Bagaimana caranya?

  • Upayakan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain
  • Hindari kontak langsung seperti bersalaman dan cium pipi kanan kiri
  • Batasi aktivitas di luar rumah kecuali ada hal yang penting atau mendesak serta hindari kerumunan dan pertemuan berkelompok: bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah, berkomunikasi dengan orang lain melalui perangkat elektronik, batalkan atau tunda acara atau pertemuan yang melibatkan banyak orang
  • Hindari menggunakan transportasi publik
  • Jika merasa kurang sehat (demam/batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) dan tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya: lakukan isolasi diri sendiri dan tetap di rumah, kecuali untuk pergi ke fasilitas kesehatan.

 

Apa yang harus dilakukan saat isolasi diri sendiri?

  • Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja atau ke ruang publik. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker serta hindari kerumunan atau keramaian. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri sendiri
  • Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lain
  • Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas
  • Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) serta linen/seprai
  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, lakukan etika batuk/bersin
  • Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi
  • Jaga kebersihan rumah dan gunakan cairan desinfektan
  • Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak nafas) untuk dirawat lebih lanjut.

 

Jadi apakah Social Distancing efektif dalam wabah virus corona?

Ya. Salah satu manfaat utama dari jarak sosial, jika dilakukan cukup awal selama wabah, adalah efeknya terhadap “kurva epidemi”. Ini dapat mengontrol agar tidak terjadi penyebaran infeksi secara luas. (PK/PP)

 

Referensi:

  • Kemenkes RI. Infeksi Emerging. Pemerintah Terbitkan Protokol Isolasi Diri dan Komunikasi Penanganan COVID-19. 2020
  • Johns Hopkins Medicine. Coronavirus, Social Distancing and Self Quarantine. 2020
  • CDC US. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Protect Yourself. 2020
  • WHO. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public. Basic protective measures against the new coronavirus. 2020
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Subscribe to Our Latest Deals
and Our Newsletter

Dapatkan berita, inspirasi hingga tips menarik dari kami dan mitra-mitra yang terbaik dan terpercaya.

    By subscribing, you agree to our Terms of Use and Privacy Policy.